Informasi Kesehatan Mengenai Secangkir Menjadi Obat Penangkal Stres

1525729506-secangkir-teh-di-pagi-hari_1525729506-b

Kesehatan 88 – Informasi Kesehatan Waktu krisis, tidak ada yang menyaingi secangkir teh yang menentramkan. Serta waktu kita ada dibawah desakan dalam pekerjaan, kita seringkali inginkan secangkir kopi.

Saat ini, beberapa ilmuwan sudah tunjukkan mengapa kita condong tertarik dengan minuman-minuman itu.

Riset dari Portugis tunjukkan cafein membuat perlindungan kita dari efek stress.

Tikus-tikus yang diarahkan pada keadaan yang penuh desakan sehari-hari, jadi cepat kuatir serta kehilangan nafsu makannya.

Mereka ikut menanggung derita masalah daya ingat serta tunjukkan pertanda ketidaktertolongan.

Akan tetapi memberikan cafein pada air minuman mereka sebelum memamparkan mereka dibawah desakan, hentikan sejumlah besar simtom untuk berkembang.

Riset dari Kampus Coimbra terpenting sebab pada manusia, stress yang stabil tingkatkan kesempatan didiagnosa stres.

Ahli asal Inggris menjelaskan jika mereka tidak mereferensikan orang yang ada dalam desakan menenggak cangkir untuk cangkir kopi, satu gelas atau dua gelas kopi penambahan pada pagi hari tidak akan menyakiti.

Mereka mengharap jika riset yang dipubikasikan dalam jurnal “Proceedings of the National Academy of Sciences” bisa ke arah pada penyembuhan baru buat penyakit mental.

Dr Sridhar Vasudevan dari Kampus Oxford menjelaskan “memberi kelangkaan hasil penyembuhan dalam psikiatri, hasil ini sangat bermakna.”

Riset iini memberi dukungan penemuan awal mulanya jika orang yang minum teh hitam mempunyai kandungan hormon stress yang rendah dalam tubuhnya.

Beberapa ilmuwan , dari Unoversitas College, London, temukan orang yang minum teh dapat menurunkan stress bertambah cepat daripada mereka yang minuman alternatif teh.

Mereka yang minum ramuan teh hitam 4x satu hari saat enam minggu ikut didapati mempunyai kandungan hormon stress kortisol lebih rendah dalam darah sesudah peristiwa stress, dibanding dengan group orang yang minum placebo.

Studi membagi 75 peminum teh pria jadi dua group serta memantau mereka saat enam minggu.

Mereka semua tidak minum teh, kopi serta minuman berkafein normal, mereka dikasih kombinasi minuman berkafein yang dikasih perasaan teh buah terbuat dari unsur rata-rata secangkir teh hitam.

Group lainnya dikasih placebo cafein yang rasa-rasanya serupa tetapi tiada bahan aktif teh.

Bila Anda terasa stress di kantor, secangkir teh manis atau kopi rasa-rasanya pas.

Menurut beberapa ilmuwan, mengkonsumsi gula bisa mendesak hormon kortisol yang dikeluarkan pada tubuh waktu kita alami stress.

Beberapa ilmuwan di Amerika Serikat mempelajari efek minuman manis pada 19 wanita umur pada 18 serta 40.

Separuh dari group dikasih minuman manis saat sarapan, makan siang serta makan malam saat 12 hari, sesaat separuh yang lain minuman yang dikasih pemanis bikinan aspartam.

Beberapa relawan diinstruksikan tidak untuk konsumsi minuman bergula lainnya, termasuk juga juice buah, di luar saat itu.

Sebelum dan setelah periode riset, beberapa wanita dikasih satu tes Matematika yang susah dan lewat pindai MRI untuk mengukur respon otak pada stress.

Contoh air liur ikut dipakai untuk mengukur tingkat kortisol, yang di produksi oleh kelenjar adrenal.

Wanita yang dikasih minuman bergula keluarkan lebih dikit kortisol saat tes Matematika daripada mereka yang dikasih minuman dengan pemanis bikinan.

Semua minuman berwarna teh akan tetapi didisain untuk menyamarkan komponen seperti aroma, perasaan serta keakraban rebusan, untuk mengeliminasi beberapa faktor seperti dampak menyamankan minum secangkir teh.

Ke-2 group diarahkan supaya terkena pada satu dari tiga keadaan penuh tekanan-ancaman pemecatan, dakwaan menguntit atau kecelakaan di panti jompo-di manakah mereka dituntut mempersiapkan tanggapan verbal serta berargumentasi masalah mereka di muka camera.

Pekerjaan yang diincar penambahan “besar” dalam desakan darah apa lagi jika anda sudah dalam mencari Cara Menang Judi Online, hal ini bisa menyebabkan anda mendapatkan stres yang sangat besar dan berakibat buruk untuk diri anda, denyut jantung serta rangking stress subyektif di ke-2 group.

Akan tetapi 50 menit sesudah pekerjaan, tingkat kortisol sudah alami penurunan dengan rata-rata 47 % pada peminum teh di banding 27 % pada peminum teh palsu.

Professor Andrew Steptoe dari departemen epidiomology serta kesehatan penduduk UCL menjelaskan: “Minum teh dengan tradisionil sudah diasumsikan dengan menurunkan stress serta beberapa orang yakin minum teh dapat menolong mereka santai sesudah melawan stress sehari-harinya dalam kehidupan.

Leave a comment